Maryam : Profil Korban Collective Truth Masyarakat Agama

Oleh: Dr. Munawar Ahmad, Dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Prolog

Maryam adalah judul novel karya Okky Madasari, yang diterbitkan Maret 2012 oleh PT Gramedia. Novel ini menceritakan penderitaan yang panjang seorang gadis Lombok bernama Maryam (tokoh imajinatif) akibat dirinya terlahir menjadi seorang Ahmadi. Novel ini berjenis fiksi atau imajinasi penulis saja. Meminjam pengertian fiksi, sebagai Product of imagination – Fiction forms pure imagination in the reader, partially because these novels are fabricated from creativity and is not pure truth; When the reader reads a passage from a novel he or she connects the words to images and visualizes the event or situation being read in their imagination, hence the word. More

Lakon Maryam: Menggugah Nilai dan Rasa Kemanusiaan

Kompas, 15 Mei 2012

Cerita novel yang apik tentu akan menarik jika diangkat dalam sebuah lakon teater. Itulah yang dilakukan penulis novel Okky Madasari yang bekerjasama dengan UKM Kafha Paramadina, Jakarta.

Novel Okky yang berjudul Maryam: Tentang Mereka yang Terusir Karena Iman di Negeri yang Penuh Keindahan dipentaskan dalam sebuah teater di Auditorium Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, pada 1-2 Mei 2012. More

Intolerance, regulations, persecutions

Tempo English

People talk about love/in the name of their God/while torturing and killing/based on their convictions.

These lyrics from the song Cinta (Love) by Iwan Fals were the opening and closing words at a recent Kafka theatre performance where a group of Paramadina students played out “Maryam: yang Terusir karena Iman” (Mary: Cast Out on Account of Faith) at Paramadina University auditorium on May 1.

This novel by Okky Madasari is a story about the suffering of the Ahmadiyah sect, which has become an unfortunate case in Indonesia. This is no fiction. In this era of democracy, we often see the reality of this nightly performance: The Ahmadiyah followers have become targets of intolerance. Who knows how long this will go on. The latest case took place in Tasikmalaya. More

Intoleransi, Regulasi, Persekusi

Novriantoni Kahar, Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina

Koran Tempo, 04 Mei 2012

Orang bicara cinta/atas nama Tuhannya/sambil menyiksa membunuh/berdasarkan keyakinan mereka.

Lirik Cinta Iwan Fals ini membuka dan menutup pertunjukan teater Kafha. Di aula Universitas Paramadina, Kamis (1 Mei) lalu, kelompok mahasiswa Paramadina itu memainkan kisah Maryam: yang Terusir karena Iman. Novel Okky Madasari ini bercerita tentang derita-nestapa kelompok Ahmadiyah yang tiba-tiba menjadi kucing kurap di Indonesia. Ini bukan fiksi. Di era demokrasi ini, kita kerap menyaksikan pertunjukan malam itu: kaum Ahmadi menjadi bulan-bulanan intoleransi. Entah sampai kapan, entah berapa kali dan berapa lama lagi.Yang paling mutakhir terjadi di Tasikmalaya. More

Membaca Maryam; Melihat Ahmadiyah dari Dalam

Oleh: Rai Rahman Indra

Apa itu Ahmadiyah?

Sampai saat inipun, sepertinya orang-orang masih bertanya-tanya tentang mereka, yang kalau di berita-berita disebut aliran sesat. Mempercayai nabi selain Muhammad dan sembahyang di masjid dengan kaumnya sendiri. Berkesan ekslusif dan menyimpang dari Islam. Tapi apakah dengan begitu, mereka patut dibenci dan kemudian diserang?

Membaca kisah Maryam, lalu menggiring kita untuk melihat Ahmadiyah dari dalam. Tentang apa yang mereka rasa saat menjadi berbeda, dan kemudian terkucilkan karena dianggap minoritas dan menyimpang.

Cerita dibuka saat Maryam kembali ke kampung halamannya di Lombok, setelah hampir kira-kira sepuluh tahun di jakarta. Tertulis Januari 2005. Maryam merasa ragu dan gamang, karena pulang berarti ia dihadapkan pada semua kenangan pahit yang pernah ia tinggalkan, keluarga dan keyakinannya.

Gerupuk, hanyalah kampung kecil di sudut timur pesisir selatan Lombok. Nyaris tak dikenal. Peta-peta wisata menggambarkan hanya Kuta sebagai satu-satunya nama tempat di sepanjang garis pantai itu. Baru tahun-tahun belakangan, ketika orang-orang asing mulai mengetahui ada ombak tinggi di kampung ini Gerupuk mulai didatangi. (hal 41). More

Maryam, Korban Diskriminasi Mengusik Empati

Wardah Fazriyati | wawa | Kamis, 8 Maret 2012 | 08:36 WIB

KOMPAS.COM/WARDAH FAJRI Aktivis perempuan Maria Ulfa Anshor bersama Okky Madasari, penulis novel fiksi realis berjudul Maryam, seusai peluncuran Maryam, di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Rabu, 7/3/2012.

KOMPAS.com – Maryam, sosok perempuan muda ini menonjolkan pengaruh dan kekuatannya dari halaman awal hingga akhir sebuah novel realis karangan penulis fiksi Okky Madasari. Melalui Maryam, Okky menyuarakan kaum minoritas yang kerap mengalami diskriminasi, menderita karena ketidakadilan, terusir karena keyakinan. Maryam adalah sosok perempuan kuat yang diciptakan Okky dalam novelnya, untuk mengajak pembaca dari kalangan mayoritas agar bisa membayangkan bagaimana penderitaan kaum minoritas yang mengalami diskriminasi karena memilih berbeda.

“Perempuan harus selangkah lebih maju, aktif memperjuangkan hak yang terampas dan terabaikan oleh negara. Perempuan jangan menjadi obyek tetapi subyek pada perubahan. Perempuan dan semua warga negara harus ikut memperjuangkan keberagaman. Ini diwakili sosok Maryam,” jelas Okky kepada Kompas Female seusai peluncuran buku Maryam, di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (7/3/2012) lalu.
More

Novel sebagai Alat Perjuangan

MI/Immanuel Antonius/sa

Media Indonesia, 12 Maret 2012

DUNIA tulis-menulis sudah akrab ditekuninya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Okky Puspa Madasari orangnya. Tulisan lepas seputar tema sosial kemasyarakatan sering ia tuangkan di majalah dinding maupun majalah sekolahnya waktu itu.

“Saya sudah lama ingin jadi wartawan. Makanya saya mengasah dengan menulis tentang keadilan, kesemrawutan bangsa, sampai masalah-masalah yang merugikan orang lain,” kata Okky saat ditemui di rumahnya, di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (10/3).

Kesenangannya itu sepertinya tidak pernah pudar. Perjalanannya di bidang literasi itu kini mengantarkan Okky menjadi seorang novelis yang mulai diperhitungkan. “Waktu itu pikiranku sederhana, setidaknya sepanjang hidupku, bikin satu novel saja,” ujarnya seraya tertawa. More

Maryam

Sebuah kisah tentang mereka yang terusir karena iman di sebuah negeri yang penuh keindahan.

Beredar akhir Februari 2012, dengan bonus CD musik 9 lagu dari album “Terbangkan Mimpi”. More

Prev Older Entries