86
29 Dec 2010 3 Comments
in 86, Book, My books Tags: 86, korupsi, novel
Apa yang bisa dibanggakan dari pegawai rendahan di pengadilan? Gaji bulanan, baju seragam, atau uang pensiunan?
Arimbi, juru ketik di pengadilan negeri, menjadi sumber kebanggaan bagi orang tua dan orang-orang di desanya. Generasi dari keluarga petani yang bisa menjadi pegawai negeri. Bekerja memakai seragam tiap hari, setiap bulan mendapat gaji, dan mendapat uang pensiun saat tua nanti.
Arimbi juga menjadi tumpuan harapan, tempat banyak orang menitipkan pesan dan keinginan. Bagi mereka, tak ada yang tak bisa dilakukan oleh seorang pegawai pengadilan.
Dari seorang pegawai lugu yang tak banyak tahu, Arimbi ikut menjadi bagian orang-orang yang tak lagi punya malu. Tak ada yang tak benar kalau sudah dilakukan banyak orang. Tak ada lagi yang harus ditakutkan kalau semua orang sudah menganggap sebagai kewajaran.
Pokoknya, 86!
*) Diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, Maret 2011







Dec 31, 2010 @ 02:41:12
Wah selamattt Okkyyyyy!!!! hehehe
Ditunggu yah, ehm ceritanya pasti menarik nih. Dulu pernah dinasehati ortu kalo daftar PNS jangan daftar jadi Polisi, Jaksa atau Hakim tanpa ada alasannya. Mungkin terkait ortu udah tau kali yah akan ada kasus Buaya vs Cicak, rekening gendut dll
Sekian dulu, saya undur diri. Selamat dan sukses terus my prennnn
Jan 03, 2011 @ 07:53:14
congrats okky!
btw, kl msh bisa usul, warna covernya coklat tua aja, biar kyk warna lembaga itu.. 86!
Feb 09, 2011 @ 03:40:14
86 is my birth year and I’m proud to be born in that year.
Terlepas dari isi yg gak ada kaitannya dgn itu, aku siap membeli novel ini.