Lagu Ulang Tahun
06 Nov 2011 No Comments
Kurangkai nada di hari lahirmu
Terbungkus indah bersama doaku
06 Nov 2011 No Comments
Kurangkai nada di hari lahirmu
Terbungkus indah bersama doaku
05 Jun 2011 1 Comment
in Blog, Perempuan & Feminisme, Pernikahan, Short Story Tags: 86, cerpen, Entrok, eve
Oleh : Okky Madasari
(cerpen untuk majalah Eve edisi Mei 2011)
Katanya dia mau kawin lagi.
Dia katakan itu tadi malam, saat kami duduk berdua menghadap televisi. Saya pura-pura tak terkejut. Pura-pura tak marah. Pun pura-pura tak mau tahu. Saya hanya diam. Menatap lurus ke layar televisi. Sementara ia terus bicara, pelan-pelan, meyakinkan saya dengan banyak alasan.
Katanya ia mau punya anak lagi. Satu anak masih belum cukup. Apalagi kalau anak itu punya kekurangan. Tak bisa diharapkan. Ia bercerita tentang indahnya masa depan. Tentang hal-hal besar yang bisa diwujudkan kalau ia punya anak lagi. Anak yang normal. Yang tidak punya gangguan mental.
Ia juga bicara tentang segala ketersia-siaan dan waktu yang terbuang jika hanya menyerah pada keadaan. Semua orang tak bisa menolak takdir, tapi tugas setiap orang untuk mengubahnya menjadi yang lebih baik. ”Kita rawat anak kita sebaik-baik nya, tapi bukankah tak ada salahnya kalau aku punya keturunan lain yang lebih baik?” Begitu katanya. More
30 Jan 2011 No Comments
in Blog, Nature, Travel Writing, my Country
Kami ke Lombok lagi. berangkat dengan segudang rencana untuk sekaligus menyeberang ke Sumbawa, Moyo, dan Komodo. Tapi apa daya, kami terperangkap oleh keindahan. More
11 Jan 2011 2 Comments
in Blog, Film, Human Being, My life, Perempuan & Feminisme, Pernikahan
Sudah hampir seminggu sejak saya nonton Black Swan di DVD. Masih ada yang berbekas : rasa ngilu, rasa kasihan, sekaligus rasa takut. Mungkin rasa takut ini yang paling nyata. Karena rasa takut itu saya selalu menariknya meloncati batas-batas fiksi dan imajinasi untuk dibandingkan dengan kenyataan yang benar-benar terjadi.
Black Swan dibintangi Natalie Portman. Ia berperan sebagai Nina, seorang balerina yang begitu terobsesi untuk memainkan peran ratu dalam pertunjukan Black Swan. Sebuah peran yang diimpikan semua balerina. Sesuatu yang dianggap sebagai puncak pencapaian dalam karier mereka. Untuk bisa mendapatkan peran itu, seorang penari balet harus bisa memainkan dua karakter : si angsa putih yang lembut, rapuh, baik hati dan si angsa hitam yang jahat dan bisa melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkan. More
04 Jan 2011 2 Comments
in Blog, Culture, Human Being, Nature, Non Violence, Travel Writing, my Country Tags: Ambon, Jikumerasa, PKI, Pramoedya, Pulau Buru, tapol
Jam sembilan malam pertengahan Oktober 2010, kapal Elizabeth II yang kami tumpangi mulai bergerak meninggalkan Pelabuhan Kecil Ambon. Dalam gelap lautan, di antara penumpang yang terlelap, imajinasi pun merayap. Seperti apakah kapal yang empat puluh tahun lalu melintasi perairan ini? Seperti apa wajah orang-orang yang saat itu diangkut paksa dari penjuru negeri? Apa yang ada dalam benak mereka tentang tempat yang mereka tuju? Tanah baru yang menyisipkan harapan atau justru tempat berakhirnya kehidupan? More
21 Dec 2010 No Comments
in Nature, Travel Writing Tags: gempa, Padang, Pariaman, Sumatera Barat
Setiap akhir pekan, kereta itu selalu penuh. Pada libur Lebaran tahun lalu, penumpang membludak dan tak terangkut. Mereka semua ingin ikut mencicipi sensasi perjalanan di dalam besi panjang dengan mata yang selalu dimanjakan oleh keindahan. Menyusuri sawah yang hijau, naik turun perbukitan, dan melintasi sungai yang airnya mengalir deras. Semuanya bisa didapat dengan Rp15 ribu saja. Tapi itu dulu. Gempa bumi 7,9 skala Richter menghentikan operasi kereta wisata dari Padang ke Padang Pariaman. More
21 Dec 2010 No Comments
in Nature, Poverty, Travel Writing Tags: bulan madu, Gili, Gili Meno, Lombok, pantai
Apa gambaran Anda tentang tempat bulan madu? Paket lengkap wisata Bali atau perjalanan ke berbagai negara, mendatangi tempat yang ditawarkan di brosur wisata?
Impian saya tentang bulan madu adalah pulau yang sepi dengan pantai yang indah. Tak ada belanja, tak ada musik dan keramaian. Tempat dimana saya dan suami hanya akan bermalas-malasan dan bermesraan dengan bebas. Di alam terbuka, kapan saja, karena pulau itu hanya milik saya dan dia.
Impian itu yang membawa kami berdua ke Gili Meno –salah satu pulau di Lombok – minggu terakhir Desember 2008. Kami memilih Meno setelah mempertimbangkan beberapa pulau impian lainnya. Seperti Togian di Teluk Tomini, Wakatobi di perairan Sulawesi Tenggara, hingga beberapa pulau di Kepulauan Riau. More
21 Dec 2010 No Comments
in Nature, Travel Writing Tags: Andaman, Leonardo D'Caprio, Maya Bay, Phi Phi Island, Phuket, Thailand, tsunami
Oleh : Okky Puspa Madasari
Awalnya, kedatangan kami ke Phuket memang hanya untuk Maya Bay. Impian tentang surga dunia yang dinikmati Leonardo DiCaprio dalam film The Beach. Satu tempat rahasia di Laut Andaman yang tersembunyi di balik karang raksasa. Tempat di mana waktu dan keindahan menjadi milik kami seutuhnya.
Empat hari berada di Phuket menyadarkan kami bahwa pulau ini tak hanya menawarkan Maya Bay, berenang di lautan, atau tiduran di kursi malas di pinggir pantai sambil menunggu matahari terbenam. Menikmati Phuket berarti menyaksikan geliat kehidupan setelah lima ribu nyawa terenggut akibat tsunami pada 26 Desember 2004 . More