Maryam
01 Feb 2012 3 Comments
Sebuah kisah tentang mereka yang terusir karena iman di sebuah negeri yang penuh keindahan.
Beredar akhir Februari 2012, dengan bonus CD musik 9 lagu dari album “Terbangkan Mimpi”. More
01 Feb 2012 3 Comments
Sebuah kisah tentang mereka yang terusir karena iman di sebuah negeri yang penuh keindahan.
Beredar akhir Februari 2012, dengan bonus CD musik 9 lagu dari album “Terbangkan Mimpi”. More
09 Aug 2011 Comments Off
in Art, Book, My music Tags: composer, lirik, Okky N Shei, pencipta lagu, Terbangkan Mimpi
Ini bukan novel. Bukan pula buku. Ini adalah album musik pertama saya sekaligus album pertama “Okky n Shei”
“Terbangkan Mimpi” adalah judul salah satu lagu ciptaan saya yang kemudian juga dijadikan judul album ini.
Versi mini album “Terbangkan Mimpi” dirilis Agustus 2011. Memuat 3 lagu, yakni Terbangkan Mimpi, Sesaat Bersamanya, dan Hiasan Waktu. Selanjutnya akan dirilis versi album komplit yang rencananya akan memuat 8. Album ini rencananya akan diedarkan bersama dengan novel ke-3 saya. More
29 Dec 2010 3 Comments
in 86, Book, My books Tags: 86, korupsi, novel
Apa yang bisa dibanggakan dari pegawai rendahan di pengadilan? Gaji bulanan, baju seragam, atau uang pensiunan?
Arimbi, juru ketik di pengadilan negeri, menjadi sumber kebanggaan bagi orang tua dan orang-orang di desanya. Generasi dari keluarga petani yang bisa menjadi pegawai negeri. Bekerja memakai seragam tiap hari, setiap bulan mendapat gaji, dan mendapat uang pensiun saat tua nanti.
Arimbi juga menjadi tumpuan harapan, tempat banyak orang menitipkan pesan dan keinginan. Bagi mereka, tak ada yang tak bisa dilakukan oleh seorang pegawai pengadilan.
Dari seorang pegawai lugu yang tak banyak tahu, Arimbi ikut menjadi bagian orang-orang yang tak lagi punya malu. Tak ada yang tak benar kalau sudah dilakukan banyak orang. Tak ada lagi yang harus ditakutkan kalau semua orang sudah menganggap sebagai kewajaran.
Pokoknya, 86!
*) Diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, Maret 2011
21 Dec 2010 2 Comments
in Book Tags: Entrok, jawa, militerisme, novel, orde baru, pluralisme, sastra
Marni, perempuan Jawa buta huruf yang masih memuja leluhur. Melalui sesajen dia menemukan dewa-dewanya, memanjatkan harapannya. Tak pernah dia mengenal Tuhan yang datang dari negeri nun jauh di sana. Dengan caranya sendiri dia mempertahankan hidup. Menukar keringat dengan sepeser demi sepeser uang. Adakah yang salah selama dia tidak mencuri, menipu, atau membunuh? Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung akal sehat. Berdiri tegak melawan leluhur, sekalipun ibu kandungnya sendiri. More