Category : column

From Ahok, Novel to Khashoggi: reason of our fear

by: Okky Madasari

For so long, I believed that courage was the only moral value that everybody should learn, adopt, apply in life. For so long, I believed that with…

Berharap kepada Nadiem

oleh: Okky Madasari

HAL pertama yang harus dijawab Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan, kenapa banyak anak muda terdidik, para lulusan perguruan tinggi, yang berakhir menjadi ”driver” Gojek?

Betul bahwa…

Siapa yang Bebal?

Oleh: Okky Madasari

KOMISI Pemberantasan Korupsi memang tak pernah benar-benar diinginkan di negeri ini. Ia bayi reformasi yang terlahir di tengah orang-orang dewasa –para pemegang kuasa– yang tak menghendakinya ada.

Sebagai…

Those massive lies in the national curriculum

by: Okky Madasari

So it’s the time of the year again, from the end of September to October.  And again we can expect some ridiculous controversies on the nation’s darkest…

Hijab: Avoided subject on Children's Day

by: Okky Madasari 

The most visible way of celebrating National Children’s Day, which falls on July 23, has been through ceremonies after ceremonies. 

And then? That’s it…

We are neither 'kecebong' nor 'kampret' now

by: Okky Madasari

The last days before the closing of candidates for the president-vice president pairings made an enticing reality show full of surprise, tension, drama, disappointment and excitement, gluing…

Political mothers at their best – and worst

by: Okky Madasari

It’s the month for mothers in Indonesia! 

Many efforts have been made to clarify the history of Dec. 22 — which the New Order…

Questioning Islamic label of books and films

by: Okky Madasari

Please come to Indonesia’s bookstores. You will find many volumes with an “Islamic Book” label filling up the bestseller corner. From fiction to non-fiction, from novel to…

Australia-Indonesia cultural relationship: Those who shaped our critical mind

by: Okky Madasari

As a novelist and also co-founder and program director of the ASEAN Literary Festival, it’s a shame that I know almost nothing about Australian literature. I’ve been…

Membaca Nh Dini Hari Ini

Oleh: Okky Madasari

Nh Dini telah mangkat. Ia pergi dengan meninggalkan puluhan karya yang tak akan pernah usang untuk dibaca dan dikaji oleh generasi hari ini dan generasi masa depan.…

The illusion of ASEAN and how literature can help

by: Okky Madasari

This month ASEAN celebrates its 49th anniversary. What does it mean for us? 

For almost half a century, ASEAN has been a big illusion fed to all…

Bencana, Azab, dan Logika Pengetahuan

oleh: Okky Madasari

Setiap kali terjadi bencana alam, akan selalu ada orang-orang yang percaya itu azab, sebuah peringatan dan hukuman dari Tuhan. Kemudian akan selalu ada kaum rasional nan berpengetahuan…

Fiction and our despair: A real story of real people

by: Okky Madasari

So, what does fiction mean?

This question returned to haunt my mind when someone asked me to write an introduction for her book based on a piece…

Egg Boy dan Kefrustrasian Kita

oleh: Okky Madasari

Dunia selalu butuh orang-orang yang menabrak aturan, yang melanggar norma dan etika, yang mau menjadikan dirinya sendiri seorang kriminal demi sebuah kepentingan yang besar. 

90 Tahun Dongeng Keindonesiaan

Apa yang menjadikan kita Indonesia?

Beragam teori telah dikemukakan. Mulai dari fakta sejarah bahwa kita berada di wilayah bekas Hindia-Belanda atau yang lebih jauh lagi bahwa kita…

AHY dan Martabat Politik Pemuda

Pada hari Pilkada, sesaat setelah hasil hitung cepat diumumkan, saya menulis usulan serius di Twitter untuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Saya usul; AHY mestinya mengikuti jejak Ridwan Kamil dan Emil…

Wiji Thukul: A film alone won't be enough

by Okky Madasari

after Istirahatlah Kata-Kata (Solo, Solitude) has been watched by more than 43,000 people – a very good number for a film that only received very limited screenings in cinemas,…

Wiji Thukul: From Solo to Locarno

by: Okky Madasari

In August 1963, Wiji Thukul was born in Solo, Central Java. This August, 53 years later, a film based on his life was screened for the first…

Wiji Thukul dan Janji Presiden Kita

oleh: Okky Madasari

"Jika Wiji Thukul masih ada, apa sikapnya terhadap penggusuran, terhadap ketidakadilan yang marak sekarang ini?"


Pertanyaan itu beberapa kali mengemuka di dinding-dinding Twitter dan Facebook,…

I hated gays, and they weren't real back then

by: Okky Madasari

Sometimes we hate something just because we don'??t understand it. This is exactly what happened to me when it comes to homosexuality.

Ten years…

Catatan Awal Tahun Sastra dan Seni Bukan Kerumunan Terakhir

oleh: Okky Madasari

Tahun 2016 adalah tahun kerumunan. Tahun untuk orang-orang yang berkerumun, orang-orang yang lebur di tengah kerumunan, orang-orang yang mendadak jadi beringas dan berani karena berada di tengah…

Makar

oleh: Okky Madasari

KOLOM saya di Jawa Pos empat minggu lalu, tepat sehari setelah aksi ratusan ribu orang turun ke jalan mendesak Ahok diproses hukum, mencoba untuk mengajak kita semua melihat…

Langit Makin Mendung

Oleh: Okky Madasari

Saat ratusan ribu orang berdemonstrasi di Jakarta, saya memilih untuk membaca ulang cerita pendek Kipandjikusmin Langit Makin Mendung yang terbit di majalah Sastra pada 1968. Cerita pendek menggegerkan itu berkisah tentang turunnya…

1 Oktober

oleh: Okky Madasari

Saya adalah bagian dari generasi yang lahir dalam kebutaan.

Saat peristiwa 30 September 1965 terjadi, lalu disusul pembantaian ratusan ribu –bahkan mungkin jutaan– orang di berbagai wilayah,…

Burkini, Bikini

oleh: Okky Madasari

Selama ini saya selalu malas berbicara tentang jilbab. Baik dari sisi yang berusaha mengkritik penggunaan jilbab karena dianggap sebagai bagian dari penindasan terhadap kebebasan perempuan. Maupun dari…

Catatan Naif tentang Politik

oleh: Okky Madasari

Ingatan paling awal saya tentang pemilu adalah ketika saya menemani ibu saya dalam sebuah pertemuan RT. Petugas dari kecamatan berbicara di tengah-tengah ruangan sambil memamerkan selembar kertas.

Ramadan dan Kavling Surga

oleh: Okky Madasari

Ramadan terasa kian bising: Penanda sahur yang berteriak-teriak memekakkan telinga, orang-orang berdesakan di supermarket dengan trolley-trolley penuh belanjaan, restoran-restoran yang penuh wajah tak sabar, jalanan yang jauh…

Narasi Perempuan di Linimasa

Oleh: Okky Madasari

Ini tahun 2016. Masa di mana hampir semua orang sudah memiliki telepon genggam. Masa di mana orang-orang seusia saya yang biasa disebut sebagai generasi millenial atau generasi…

Menyekat Anak-Anak dari Buku-Buku Berbahaya

Oleh: Okky Madasari

Gara-gara ditemukan buku pelajaran TK yang memuat soal jihad, bantai, dan bom, sekarang saya jadi semakin hati-hati saat membelikan buku cerita untuk anak saya. Jika sebelumnya hanya…

Lha Mbok Yo Ben

Oleh: Okky Madasari

Saya orang Jawa, lahir dan tumbuh besar di Magetan, kuliah di Jogja, dan membaca buku-buku Ben Anderson untuk paham apa dan bagaimana menjadi Jawa. Saya terlahir sebagai…

Melawan Ketidaktahuan dan Ketidakpedulian

Oleh: Okky Madasari

Saya adalah bagian dari generasi yang lahir dalam kebutaan.

Saat peristiwa 30 September 1965 terjadi lalu disusul pembantaian ratusan ribu bahkan mungkin jutaan orang di berbagai wilayah,…

Atas Nama Kehormatan Perempuan

Oleh: Okky Madasari

Siapa yang tidak nelangsa sekaligus geram mendengar seorang remaja bunuh diri karena malu dan  merasa bersalah?

Putri,  perempuan Aceh berusia 16 tahun itu bunuh diri  setelah ditangkap…

Peti Mati Negeri Ini

Oleh: Okky Madasari

Apa itu humor? Apa pula teror?

Ini pertanyaan yang sulit dijawab di negeri ini. Teror-teror diabaikan hingga orang-orang hanya menjadikanya sebagai bahan celaan dan tertawaan. Lama-lama orang…