Changing Indonesia One Fiction at a Time

By Sylviana Hamdani

Jakarta Globe /  December 18, 2013

Award-winning author Okky Madasari just published her latest novel, ‘Pasung Jiwa.’

There are books that you read to simply pass the time. Then, there are books so thrilling, you can’t put them down. They grip your heart and mind, take you to a new dimension and — when they finally release you back into reality — you know that you are a changed person.

“Pasung Jiwa” (“Soul Shackle”) is one of those rare gems.

The novel was written by award-winning novelist Okky Madasari within the course of six months, in which she “totally immersed herself in the story.”

The result is a 321 page novel that tells the intriguing life story of Sasa/Sasana, a transgender woman, who struggles to be herself. More

Gatra

Okky Madasari dan Pasung Jiwa di Majalah Gatra

Okky Madasari: I try to write on subjects with universal value

By Nivell Rayda / June 15, 2013

Author Okky Madasari with a copy of her latest novel “Pasung Jiwa” (JG Photo/Nivell Rayda)

I have always known Okky Madasari to be an intrepid writer. In the field as a journalist unraveling corruption scandals or now, four years later, as an award-winning author with four novels under her belt, all with complex and touchy issues like religious intolerance, injustice and abuse of power.

Last month, she launched her latest, most comprehensive and controversial work “Pasung Jiwa” (“A Chained Soul”) where she talks about a transgender living amidst waves of oppression, first by authoritarian rule and later by a group of vigilantes who claim to be acting in the name of something holy and divine.

Okky spoke about her message, what motivates her and how Jakarta can be a source of inspiration.

Tell me about your latest novel ‘Pasung Jiwa!’

The novel is essentially about freedom and what it means to be free. People have the right to freely express themselves but often time they can’t, because society won’t let them, because of economic needs.

And those challenges manifest themselves in the form of Sasana, my main character, who is a transgender. He wants to be free to express his sexuality but can’t because he is born as a man. More

Pasung Jiwa, Menguak Ketakutan

KOMPAS.com – Membaca buku terbaru dari Okky Madasari ini seperti menelusuri kisah hidup orang-orang yang terjebak dalam diri mereka sendiri. Yang pria membenci dunia macho yang sudah terbentuk di sekitarnya, sementara yang wanita menolak untuk selalu menerima. Pasung Jiwa lalu seperti cermin yang memantulkan wajah kita sendiri. More

Menolak Lupa dengan Peluncuran Pasung Jiwa

Media Indonesia, Minggu 19 Mei 2013

BANYAK cara untuk memperingati sebuah hari bersejarah. Contoh paling sederhana ialah bagaimana merayakan hari lahir kita sendiri, entah itu dengan budaya tiup lilin atau berdoa mengucap rasa syukur karena dikaruniai umur oleh Yang Mahakuasa.

Lima belas tahun lalu, tepatnya 12 Mei 1998, negara ini diguncang peristiwa bersejarah, yakni tumbangnya Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang telah 32 tahun berkuasa. Momen kala itu sekarang diperingati sebagai Hari Reformasi.

Lima belas tahun sudah momen tumbangnya rezim Soeharto tak serta-merta menghilangkan ketidakadilan, penindasan, dan kebebasan. Banyak hak masyarakat sebagai warga negara masih diberangus dan terbelenggu. Selama 15 tahun negeri ini membangun harapan untuk mewujudkan kehidupan berdasarkan demokrasi, keadilan, serta menjunjung kebebasan dan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, kenyataan tidak seperti yang ada dalam dunia fantasi, kenyataan tidak terwujud sebagaimana mestinya. Melalui sastra, novelis Okky Madasari memilih caranya untuk memperingati momentum 15 tahun reformasi yang sarat sejarah. Novelis yang lebih dulu dikenal melalui novel Entrok (2010), 86 (2011), dan Maryam (2012) itu menjadikan momentum 15 tahun reformasi untuk merefleksikan kondisi terkini bangsa Indonesia melalui peluncuran sebuah buku terbarunya yang berjudul Pasung Jiwa. More

Pasung Jiwa, Dari Novel ke Pentas Teater

Penulis: Rahman Indra | Jumat, 17 Mei 2013

KOMPAS.com - Elis mengenakan gaun mini warna merah jambu yang mencolok. Di tengah panggung ia terduduk lemas. Keinginannya untuk bebas dari suami yang menindas dengan menjadi pelacur pun ternyata masih membuatnya terpasung. Tak ada ruang bebas untuknya sebagai perempuan.

Sosok Elis bisa jadi hanya rekaan dalam novel terbaru Okky Madasari berjudul Pasung Jiwa, tapi kehadirannya terasa dekat. Ada berapa banyak perempuan yang menahan diri demi tetap mempertahankan keluarga, atau ada berapa perempuan yang mencoba membebaskan diri lalu kemudian terperangkap lagi. Satu, dua, atau mungkin lebih. More

Pasung Jiwa: Menyuarakan Kebebasan, Melawan Ketidakadilan

Okky Madasari menerima replika Pasung Jiwa, 15 Mei 2013

oleh Winner Fransisca Manik

Citizen6, Jakarta: Puncak acara “Sastra dan Seni untuk Kebebasan” Yayasan Muara, memperingati 15 tahun Reformasi tadi malam (15/5/2013) berlangsung sukses. Kapasitas Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki yang tidak lebih dari 300 kursi tersebut tidak mampu menampung serbuan penonton. More

Okky Madasari: Perjumpaan Untuk Keberpihakan

Okky Madasari (foto: Hartoyo / Our Voice)

Ourvoice.or.id - Pertemuanlah yang membuat saya menjadi lebih mengetahui apa dirasakan mereka, ungkap Okky Madasari penulis novel Pasung Jiwa dalam wawancara di Mall Pejaten Village Jakarta Selatan, 3/5/2013.

Pasung Jiwa novel terbaru karya Okky yang bercerita tentang kebebasan manusia, salah satunya menampilkan tokoh transgender bernama Sasana yang mencari identitas dirinya.

“Bertemu dengan kelompok yang terpinggirkan seperti Ahmadiyah, LGBT (Lesbian,Gay,Biseksual dan Transgender)” membuat saya mampu menulis dan membela mereka dalam karya-karya sastraku”, ungkap Okky peraih Khatulistiwa Award 2012 untuk novel Maryam. Novel yang bercerita tentang umat Ahmadiyah hidup dalam pengungsian dan diskriminasi. More

Prev Older Entries