Poles-Memoles

Baru-baru ini, seorang dosen Paramadina meminta saya menjadi nara sumber untuk disertasi doktoralnya yang mengangkat tema “Konsultan Politik Sebagai Bisnis”. Kami mengobrol banyak tentang pengalaman saya saat bergabung dalam salah satu tim PR yang menangani salah satu calon presiden dalam Pemilu 2009. Saya jadi tertarik untuk menuliskan sedikit pengalaman itu. Agar tak lupa dan bisa dibagi sama-sama saja.

Tak banyak teman yang tahu kalau selepas mengundurkan diri dari wartawan, saya bergabung dalam konsultan public relations. Dari awal saya memang sudah niat tak akan lama-lama berada di sana. Selain karena segera ingin fokus menulis novel, saya agak malas dengan sistem kerja kantoran : bangun pagi-pagi, delapan jam sehari, pulang menjelang petang di antara kemacetan. Maka niat saya waktu itu sepenuhnya hanya untuk menyabet peluang proyek Pilpres saja. Ya soal uang, ya soal pengalaman.

Tugas harian saya mulai dari media monitoring, meng-counter pemberitaan, menciptakan isu, menggelindingkan isu, mengupayakan agar orang-orang yang namanya masuk dalam anggota tim sukses bisa muncul di media. Menyenangkan, karena kita bisa seperti sutradara, mengatur apa yang akan dimunculkan di permukaan. More

Perang Ideologi di Sosial Media

Oleh : Okky Madasari

Menyusul peluncuran situs www.srimulyani.net pada 30 September lalu, kini telah muncul situs www.srimulyono.net yang mengusung tagline, ”…sebab ekonomi terlalu penting untuk diserahkan pada ekonom belaka.”

Bagi mereka yang aktif berinteraksi di sosial media terutama Twitter,  sudah mahfum dengan munculnya akun plesetan dari tokoh-tokoh ternama. Mulai dari artis, anggota DPR, motivator, atau institusi-institusi tertentu. Biasanya akun-akun plesetan ini sifatnya anonim, temporer, bermuatan humor, muncul ketika ada isu yang kontroversial dari sang tokoh dan lama-lama menghilang dengan sendirinya. Tapi tidak demikian dengan srimulyono.net. More