oleh Okky Madasari

untuk Joko Pinurbo

 

Ia meminta kado
sebuah puisi baru.
Pengganti puisinya
yang hilang setahun lalu.

Aku tak punya uang
untuk beli puisi yang
ia inginkan.
Aku tawarkan
bermacam barang,
ia tetap tak senang.

Pagi tadi kulihat tetangga
membawa pulang puisi
yang dibeli di toko serba ada.
Puisi itu dipasang di jendela
dihiasi pita berwarna.

Aku mengendap dalam gelap
mencuri puisi saat rumah itu lelap.
Puisi itu kuselipkan di dada,
kusembunyikan hingga Natal tiba.

Saat lonceng berbunyi,
kuberi ia kado yang dinanti.
Kami membukanya berdua
lalu kecewa bersama.
Puisi itu tak bersuara
Semuanya tanggal
saat kuselipkan di dada.

Aku pungut tiap jejak huruf
Aku cari sisa-sisa kata
tak lagi bisa sama.

Natal tak singgah lama
Aku beri kado lain untuknya:
Puisi baru tanpa kata. 

(Jakarta, Desember 2011)

Tags

1965 Aceh Agus Yudhoyono Ahok Anarchism Apsanti Djokosujatno Arswendo Atmowiloto ASEAN Asrul Sani Atambua Australia Indonesia Azab Bakhtin Belu Bencana Benedict Anderson Bertahan Bound Burkini Capitalism Censorship Cerpen Children's Day Children's Literature Clifford Geertz Corruption Democracy Detik Dhjksh Disabilitas Education Education Egg Boy Emile Durkheim Engaged Literature Entrok Faisal Tehrani Feminism Feminism Film Film Foucault Freedom Freedom Of Expression Gapi Gebunden Gempa Bumi Genealogi Gili Meno Gojek Griffith Review Habermas Hari Kartini Hijab History Human Human Rights Humanity Humor Imlek Islam Islam Istirahatlah Kata-Kata Jagal Jawa Pos Joko Pinurbo Joshua Oppenheimer Jurnal Perempuan Kapitalisme Kebebasan Kebebasan Kekuasaan Kekuasaan Kelas Penulisan Kerumunan Terakhir Khashoggi Kids Kipandjikusmin Korupsi KPK Lewat Djam Malam LGBT Literature Literature Lombok Makar Malay Maryam Maryam Mata Mata Dan Rahasia Pulau Gapi Mata Di Tanah Melus Media Sosial Nadiem Makarim Natal New Naratif Nh Dini Novel Baswedan Padang Pariaman Pasung Jiwa Pelatihan Menulis Phuket Politics Politik Pramoedya Psychoanalitical Puisi Pulau Buru Ramadan Ramos Horta Resensi RKUHP Roland Barthes Sabir Laluhu Saras Dewi Sarjana Sastra Sastra Sastra Anak Sastra Perlawanan Seri Mata Singapore Social Media Solo, Solitude Soul Sumatra Sumpah Pemuda Syariah Law Tahun Baru Teknologi Teror Thailand The Act Of Killing The Jakarta Post The Last Crowd The Years Of The Voiceless Timor Leste Translation Travel Tsunami Usmar Ismail Voice Wiji Thukul WijiThukul Women Of Letters Yang Bertahan Dan Binasa Perlahan