Hidup yang keras tak bisa dihadapi dengan kata-kata mutiara yang membuat terlena. Hidup yang keras butuh kata-kata pahit, serupa jamu yang membuat jiwa sehat dan kokoh. Semua kutipan ini dari cerita-cerita yang ada dalam buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan (2017). - OM

"Hingga akhirnya hidup serba kekurangan sudah menjadi hal wajar dan tidak dianggap sebagai penderitaan." - Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

"Udara yang kuhirup adalah racun, minuman yang kuteguk adalah limbah, dan yang bisa kumakan adalah sampah. Suara yang aku dengar adalah maki, doa untukku adalah sesal, belaian bagiku adalah guncangan-guncangan kasar." - Janin, dalam Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

"Ia hanya menciptakan kami. Selanjutnya kehendak kamilah yang menentukan nasib kami." - Perempuan Pertama, dalam Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

"Begitu pengecutnya aku, hingga untuk hidup saja takut. Begitu tidak punya harga dirinya aku, hingga lebih memilih mati untuk bisa melarikan diri." - Dunia Ketiga Untukku, dalam Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

Tags

1965 A Teeuw Aceh Agnez Mo Agus Yudhoyono Ahmadiyah Ahok Akmal Nasery Basral Aktivisme Anarchism Angga Sasongko Apsanti Djokosujatno Arswendo Atmowiloto ASEAN Asrul Sani Atambua Australia Indonesia Azab Bakhtin Belu Bencana Benedict Anderson Bertahan Bookfluencer Bound Burkini Capitalism Censorship Cerpen Children's Day Children's Literature Cinta Clifford Geertz Colonialism Coronavirus Corruption Deleuze Democracy Detik Dhjksh Dinasti Disabilitas Education Education Edward Said Egg Boy Emile Durkheim Engaged Literature Entrok Faisal Tehrani Fanon Feminism Feminism Film Film Foucault Freedom Freedom Of Expression Gapi Gayatri Spivak Gebunden Gempa Bumi Genealogi Gili Meno Gojek Griffith Review Habermas Hari Kartini Hijab History Human Human Rights Humanity Humor Identitas Imlek Islam Islam Istirahatlah Kata-Kata Jagal Jalaluddin Rakhmat Jawa Pos Joko Pinurbo Jose Ramos Horta Joshua Oppenheimer Jurnal Perempuan Kapitalisme Kebebasan Kebebasan Kekuasaan Kekuasaan Kelas Penulisan Kennedy Kerumunan Terakhir Khashoggi Kids Kipandjikusmin Kompas Korupsi KPK Kutipan Okky Madasari Lewat Djam Malam LGBT Literature Literature Lombok Makar Malay Manifesto Mannheim Maryam Maryam Mata Mata Dan Rahasia Pulau Gapi Mata Di Tanah Melus Media Sosial Nadiem Makarim Natal New Naratif Nh Dini Nkcthi Novel Baswedan Orientalism Ortega Gasset Padang Pariaman Pandemi Papua Pasung Jiwa Pelatihan Menulis Phuket Politics Politik Pramoedya Privilege Psychoanalitical Puisi Puisi Pulau Buru Racism Raffi Ahmad Ramadan Religion Religiusitas Resensi Revolusi Akhlak Revolusi Mental RKUHP Roland Barthes Sabir Laluhu Saras Dewi Sarjana Sartre Sastra Sastra Sastra Anak Sastra Perlawanan Science Of Fictions Selametan Seri Mata Silsilah Duka Singapore Social Dilemma Social Media Socrates Solo, Solitude Sosiologi Agama Soul Suara USU Subaltern Sumatra Sumpah Pemuda Syariah Law Syed Farid Alatas Syed Hussein Alatas Syed Naquib Alattas Syekh Siti Jenar Tahun Baru Teknologi Teror Thailand The Act Of Killing The Glass Castle The Jakarta Post The Last Crowd The Years Of The Voiceless Timor Leste Tommy F Awuy Translation Travel Tsunami Usmar Ismail UU ITE Vaksin Covid19 Voice Wiji Thukul WijiThukul Women Of Letters Wonder Xenophobia Yang Bertahan Dan Binasa Perlahan