Sapardi Djoko Damono lahir 20 Maret 1940, meninggal 19 Juli 2020.  Berikut ini sajak-sajak karya Sapardi Djoko Damono yang paling menggelisahkan Okky Madasari.

 

Di Restoran

Kita berdua saja, duduk. Aku memesan

ilalang panjang dan bunga rumput --

kau entah memesan apa. Aku memesan 

batu di tengah sungai terjal yang deras --

 

kau entah memesan apa. Tapi kita berdua 

saja, duduk. Aku memesan rasa sakit

yang tak putus dan nyaring lengkingnya,

memesan rasa lapar yang asing itu.

(1989)

 

Yang Fana adalah Waktu

Yang fana adalah waktu, Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa

"Tapi,

yang fana adalah waktu, bukan?"

tanyamu. Kita abadi.

(1978)

 

Metamorfosis 

ada yang sedang menanggalkan pakaianmu satu demi satu,

     mendudukkanmu di depan cermin, dan

membuatmu

     bertanya, "tubuh siapakah gerangan yang

kukenakan ini?"

ada yang sedang diam-diam menulis riwayat hidupmu,

menimbang-

       nimbang hari lahirmu, mereka-reka sebab-sebab

        kematianmu -

ada yang sedang diam-diam berubah menjadi dirimu

(1981)

 

Tags

1965 A Teeuw Aceh Agnez Mo Agus Yudhoyono Ahmadiyah Ahok Akmal Nasery Basral Aktivisme Anarchism Angga Sasongko Apsanti Djokosujatno Arswendo Atmowiloto ASEAN Asrul Sani Atambua Australia Indonesia Azab Bakhtin Belu Bencana Benedict Anderson Bertahan Bookfluencer Bound Burkini Capitalism Censorship Cerpen Children's Day Children's Literature Cinta Clifford Geertz Colonialism Coronavirus Corruption Deleuze Democracy Detik Dhjksh Dinasti Disabilitas Education Education Edward Said Egg Boy Emile Durkheim Engaged Literature Entrok Faisal Tehrani Fanon Feminism Feminism Film Film Foucault Freedom Freedom Of Expression Gapi Gayatri Spivak Gebunden Gempa Bumi Genealogi Gili Meno Gojek Griffith Review Habermas Hari Kartini Hijab History Human Human Rights Humanity Humor Identitas Imlek Islam Islam Istirahatlah Kata-Kata Jagal Jalaluddin Rakhmat Jawa Pos Joko Pinurbo Jose Ramos Horta Joshua Oppenheimer Jurnal Perempuan Kapitalisme Kebebasan Kebebasan Kekuasaan Kekuasaan Kelas Penulisan Kennedy Kerumunan Terakhir Khashoggi Kids Kipandjikusmin Kompas Korupsi KPK Kutipan Okky Madasari Lewat Djam Malam LGBT Literature Literature Lombok Makar Malay Manifesto Mannheim Maryam Maryam Mata Mata Dan Rahasia Pulau Gapi Mata Di Tanah Melus Media Sosial Nadiem Makarim Natal New Naratif Nh Dini Nkcthi Novel Baswedan Orientalism Ortega Gasset Padang Pariaman Pandemi Papua Pasung Jiwa Pelatihan Menulis Phuket Politics Politik Pramoedya Privilege Psychoanalitical Puisi Puisi Pulau Buru Racism Raffi Ahmad Ramadan Religion Religiusitas Resensi Revolusi Akhlak Revolusi Mental RKUHP Roland Barthes Sabir Laluhu Sapardi Djoko Damono Saras Dewi Sarjana Sartre Sastra Sastra Sastra Anak Sastra Perlawanan Science Of Fictions Selametan Seri Mata Silsilah Duka Singapore Social Dilemma Social Media Socrates Solo, Solitude Sosiologi Agama Soul Suara USU Subaltern Sumatra Sumpah Pemuda Syariah Law Syed Farid Alatas Syed Hussein Alatas Syed Naquib Alattas Syekh Siti Jenar Tahun Baru Teknologi Teror Thailand The Act Of Killing The Glass Castle The Jakarta Post The Last Crowd The Years Of The Voiceless Timor Leste Tips Skripsi Tommy F Awuy Translation Travel Tsunami Usmar Ismail UU ITE Vaksin Covid19 Voice Wiji Thukul WijiThukul Women Of Letters Wonder Xenophobia Yang Bertahan Dan Binasa Perlahan