Maryam

Fransisca R. Susanti| Sinar Harapan | Selasa, 30 Oktober 2012

Soekarno bisa menyatukan Indonesia tanpa pertumpahan darah. Tapi hari ini banyak yang mencabiknya tanpa rasa bersalah.

Kelahiran bukan sebuah pilihan sadar. Kita tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan di mana dan oleh siapa. Maryam, perempuan yang dicipta oleh novelis Okky Madasari, setidaknya menyadari hal ini.

Lahir sebagai perempuan dalam komunitas Ahmadiyah di bumi Indonesia sama sekali bukan “takdir” yang gembira. Maryam harus menyimpan tanya dan sakit hati diam-diam saat pelajaran agama di sekolahnya menyebut-nyebut keyakinan yang diajarkan ayah ibunya sebagai sesat. Ia juga harus belajar mengendalikan debar cinta remajanya terhadap lelaki yang tidak berasal dari “kaum”-nya. More

Tale of Ahmadi Refugees Wins Literary Award

Jakarta Globe | December 01, 2012

A novel that tells the story of Ahmadis being thrown out of their homes and forced to move to refugee camps has won Indonesia’s major literary award.

“Maryam,” which was written by up-and-coming young writer Okky Madasari, was announced on Thursday evening to have won the prestigious Khatulistiwa Literary Award. More

5 Besar Khatulistiwa Literary Award ke 12

Berikut adalah 5 Besar Khatulistiwa Literary Award menurut abjad nama pertama

Fiksi
Cerita Cinta Enrico, Ayu Utami
65, Gitanyali
Seekor Anjing Mati di Bala Murghab, Linda Christanty
Maryam, Okky Madasari
Gadis Kretek, Ratih Kumala

Puisi
Secangkir Harapan, Aspar Paturusi
Langit Pilihan, Eka Budianta
Benih Kayu Dewa Dapur, Hana Fransisca
Mahna Hauri, Hasan Aspahani
Postkolonial dan Wisata Sejarah, Zeffry Alkatiri

Malam Anugerah Sastra Khatulistiwa ke 12 akan diselenggara pada tanggal 29 November, 2012 jam 7 pm di Atrium Plaza Senayan.

Dikutip dari http://khatulistiwaliteraryaward.wordpress.com/

Menghargai Perbedaan Menuju Perdamaian

Oleh: Achmad Sururi, S.IP.,MA.

Membaca novel Maryam karya Okky Madasari ini membuat perasaan kita bertanya, serusak inikah kerukunan keberagamaan bangsa kita? Seberingas inikah kita ketika melihat orang lain yang berbeda keyakinan? Tidakkah ada jalan yang lebih baik bagi kita?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas menjadi refleksi bagi kita untuk kembali menata kehidupan keberagamaan kita. Kasus – kasus yang menimpa penganut ahmadiyah di berbagai tempat, beberapa di antaranya memang terasa berlebihan. Cerita tentang Maryam Hayati yang dinarasikan dalam novel Maryam ini, tersaji dalam bahasa yang begitu mudah membawa kita masuk dan turut merasakan apa yang dialami kaum ahmadi di Lombok ini. More

Menafsir Toleransi dalam Teks Fiksi

Bisnis Indonesia, Minggu 29 Juli 2012

Maryam namanya. Ia menyimbolkan sebuah prahara biru dalam kegelisahan, keterpurukan, ketertindasan, dan spirit perlawanan. Ia mengada dalam cinta, iman, dan hak asasi; bersitegang dengan diskriminasi, kekerasan, dan alienasi. Terminologi seperti itu yang dapat dibaca dari kisah Maryam disekujur badan novel karya Okky Madasari setebal 280 halaman ini. Menafsirkan karya-karya Okky memang melulu menapaki dan bermuara pada singgasana sastra kritik. Sebelumnya ada “Entrok”, yang mengkritik kelaliman Orba, lantas “86” yang menelanjangi selang belukar korupsi yang membudaya, dan kini “Maryam”, memenjarakan akar diskriminasi yang zalim. Kebulatan Okky dengan novel investigasinya ini memang memerkaya khazanah sastra Indonesia. Kali ini, oto-kritik kepenulisan Okky menyiratkan segudang problematika intoleransi yang menggurita di bumi Nusantara. Kasus intoleransi memang menggetirkan dan menohok jalannya keberagamaan, padahal semua agama tak mungkin mengajarkan laku intoleransi (diskriminasi) itu. More

Mengembangkan Hidup Bertoleransi Lewat Novel

Koran Jakarta, 24 Juni 2012

Dalam novel ketiganya bertajuk Maryam ini, Okky “melantunkan” lagu lama yang memang menjadi karakter penulisan sastranya. Novel sebagai alat perjuangan yang menyibak segala ketertindasan humanis. Sebelumnya, lewat novel 86 yang menghantarkan Okky meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2011, dia menarasikan angin KKN yang membudaya masif dalam peranti birokrasi dan korporasi. More

Maryam : Profil Korban Collective Truth Masyarakat Agama

Oleh: Dr. Munawar Ahmad, Dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Prolog

Maryam adalah judul novel karya Okky Madasari, yang diterbitkan Maret 2012 oleh PT Gramedia. Novel ini menceritakan penderitaan yang panjang seorang gadis Lombok bernama Maryam (tokoh imajinatif) akibat dirinya terlahir menjadi seorang Ahmadi. Novel ini berjenis fiksi atau imajinasi penulis saja. Meminjam pengertian fiksi, sebagai Product of imagination – Fiction forms pure imagination in the reader, partially because these novels are fabricated from creativity and is not pure truth; When the reader reads a passage from a novel he or she connects the words to images and visualizes the event or situation being read in their imagination, hence the word. More

Lakon Maryam: Menggugah Nilai dan Rasa Kemanusiaan

Kompas, 15 Mei 2012

Cerita novel yang apik tentu akan menarik jika diangkat dalam sebuah lakon teater. Itulah yang dilakukan penulis novel Okky Madasari yang bekerjasama dengan UKM Kafha Paramadina, Jakarta.

Novel Okky yang berjudul Maryam: Tentang Mereka yang Terusir Karena Iman di Negeri yang Penuh Keindahan dipentaskan dalam sebuah teater di Auditorium Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, pada 1-2 Mei 2012. More

Prev Older Entries