Oleh Okky Madasari

 

untuk Saras Dewi

 

Pada hari kelahirannya

Darah Sang Ibu menggenangi muara

Ari-arinya menyatu dengan batu-batu

Doa bapaknya membentur karang, 

Ia berbisik lewat tangis pertamanya: Inilah rumahku. 

 

Pada usianya yang ketiga belas

Darah haid pertamanya mengalir deras, 

Membanjiri anak-anak sungai

Mengantarkan amis yang penuh rindu

Pada Teluk yang setia menunggu. 

 

Saat ia kian dewasa

Orang-orang bertanya: Siapa pacarmu? 

Ia menjawab pelan: "Ia yang di sana, yang meliuk gagah, menungguku."

Orang-orang pun tertawa

"Sudah gila ya," kata mereka. 

 

Pada usia yang tak lagi muda, 

Orang-orang kini bertanya: Di mana anakmu? 

Sambil tersenyum, ia tunjukkan ganggang dan ikan, batu dan gambut.

Orang-orang pun saling berbisik: Kasihan ya! 

 

Pada hari terakhir hidupnya, 

Air matanya berenang di lautan

Senyumnya tumbuh di sepanjang teluk

Kasihnya tersiar tanpa harus tercatat di surat kabar. 

 

6 Mei 2016

Tags

1965 A Teeuw Aceh Agnez Mo Agus Yudhoyono Ahmadiyah Ahok Aktivisme Anarchism Angga Sasongko Apsanti Djokosujatno Arswendo Atmowiloto ASEAN Asrul Sani Atambua Australia Indonesia Azab Bakhtin Belu Bencana Benedict Anderson Bertahan Bound Burkini Capitalism Censorship Cerpen Children's Day Children's Literature Clifford Geertz Colonialism Coronavirus Corruption Deleuze Democracy Detik Dhjksh Disabilitas Education Education Edward Said Egg Boy Emile Durkheim Engaged Literature Entrok Faisal Tehrani Fanon Feminism Feminism Film Film Foucault Freedom Freedom Of Expression Gapi Gayatri Spivak Gebunden Gempa Bumi Genealogi Gili Meno Gojek Griffith Review Habermas Hari Kartini Hijab History Human Human Rights Humanity Humor Identitas Imlek Islam Islam Istirahatlah Kata-Kata Jagal Jawa Pos Joko Pinurbo Joshua Oppenheimer Jurnal Perempuan Kapitalisme Kebebasan Kebebasan Kekuasaan Kekuasaan Kelas Penulisan Kerumunan Terakhir Khashoggi Kids Kipandjikusmin Korupsi KPK Lewat Djam Malam LGBT Literature Literature Lombok Makar Malay Mannheim Maryam Maryam Mata Mata Dan Rahasia Pulau Gapi Mata Di Tanah Melus Media Sosial Nadiem Makarim Natal New Naratif Nh Dini Nkcthi Novel Baswedan Orientalism Ortega Gasset Padang Pariaman Pandemi Pasung Jiwa Pelatihan Menulis Phuket Politics Politik Pramoedya Psychoanalitical Puisi Pulau Buru Racism Ramadan Ramos Horta Religion Religiusitas Resensi RKUHP Roland Barthes Sabir Laluhu Saras Dewi Sarjana Sartre Sastra Sastra Sastra Anak Sastra Perlawanan Selametan Seri Mata Silsilah Duka Singapore Social Media Solo, Solitude Sosiologi Agama Soul Suara USU Subaltern Sumatra Sumpah Pemuda Syariah Law Syed Farid Alatas Syed Hussein Alatas Tahun Baru Teknologi Teror Thailand The Act Of Killing The Glass Castle The Jakarta Post The Last Crowd The Years Of The Voiceless Timor Leste Tommy F Awuy Translation Travel Tsunami Usmar Ismail Voice Wiji Thukul WijiThukul Women Of Letters Wonder Xenophobia Yang Bertahan Dan Binasa Perlahan